Tekanan dan gaya
F = p · AUntuk luas aktif A, gaya ideal F = pA. Gesekan dan tekanan balik menurunkan gaya nyata.
Dengan beban kecil, rangkaian dapat memiliki aliran sementara tekanannya tetap rendah.
Debit dan kecepatan
Q = v · AKecepatan piston v = Q/A. Pada debit pompa sama, luas lebih besar berarti kecepatan lebih rendah.
Menggandakan debit kira-kira menggandakan kecepatan bila luas tetap.
Daya dan efisiensi
Pₕ = Δp · QDaya hidrolik Ph = ΔpQ. Daya masukan lebih besar karena rugi-rugi.
Daya masukan motor listrik akan lebih besar dari daya hidrolik berguna karena efisiensi pompa, katup, dan aktuator.
Satuan praktis dan rumus cepat
Dalam perhitungan konsisten, tekanan dinyatakan dalam Pa dan debit dalam m³/s. Bar dan L/min tetap praktis di bengkel.
- 1 bar = 100.000 Pa.
- 1 L/min = 1/60.000 m³/s.
- Pₕ(kW) = p(bar)·Q(L/min)/600.
- Dengan efisiensi total η: Pberguna = η·Pmasukan.
Penerapan numerik
Contoh daya
Δp = 100 bar, Q = 20 L/min, dan η = 90%.
- Ubah tekanan dan debit ke SI.
- Hitung Ph = ΔpQ.
- Bagi dengan efisiensi untuk daya masukan.
- Pada efisiensi total 80%, daya berguna sekitar 2,67 kW.
- Motor penggerak harus dipilih berdasarkan daya terserap, bukan hanya daya berguna.
Hasil: Ph ≈ 3,33 kW dan daya masukan ≈ 3,70 kW.
Neraca daya fluida tak termampatkan. Buka sumber tepat ↗
Untuk memeriksa dan mendalami
Referensi langsung
Setiap tautan menuju halaman tepat dari mata kuliah, standar, atau publikasi yang digunakan, bukan halaman beranda umum.